Peran Grounding (GND) pada Instrumentasi untuk Mencegah Kerusakan

Grounding (GND) adalah salah satu elemen kritis dalam sistem instrumentasi untuk melindungi perangkat dari kerusakan akibat gangguan listrik, seperti lonjakan tegangan, gangguan elektromagnetik (EMI), atau pelepasan muatan elektrostatik (ESD). Berikut penjelasan mengenai pentingnya grounding dan cara penerapannya:
1. Pentingnya Grounding dalam Instrumentasi
Grounding berfungsi untuk:
- Menghilangkan kelebihan muatan listrik: Mengarahkan arus listrik berlebih ke tanah, sehingga melindungi komponen elektronik sensitif.
- Mengurangi gangguan elektromagnetik (EMI): Membantu melindungi sinyal sensor/transmitter dari gangguan frekuensi tinggi.
- Melindungi personel: Mengurangi risiko kejutan listrik pada operator atau teknisi.
- Memastikan integritas sinyal: Memberikan referensi tegangan yang stabil untuk sistem elektronik.
2. Jenis Grounding dalam Sistem Instrumentasi
a. Grounding Protektif (Protective Ground)
Digunakan untuk keselamatan manusia dan perangkat keras. Grounding ini menghubungkan kerangka perangkat ke tanah untuk mencegah arus bocor yang dapat menyebabkan kejutan listrik.
No | Materi | Tanggal | Waktu | Harga | Lokasi | View | Action |
---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | IOT PLC SCADA Siemens | 7-8 Juni 2025 | 08.00 - 16.00 | 2000000 | Surabaya | Silabus | Daftar Sekarang |
2 | IOT PLC SCADA Omron | 14 - 15 Juni 2025 | 08.00 - 16.00 | 2000000 | Surabaya | Silabus | Daftar Sekarang |
3 | IOT PLC SCADA Schneider | 21-22 Juni 2025 | 08.00 -16.00 | 2000000 | Surabaya | Silabus | Daftar Sekarang |
4 | IOT PLC SCADA Allen Bradley | 28-29 Juni 2025 | 08.00-16.00 | 2000000 | Surabaya | Silabus | Daftar Sekarang |
b. Grounding Sinyal (Signal Ground)
Digunakan untuk melindungi integritas sinyal dalam perangkat instrumentasi. Biasanya digunakan untuk mengurangi noise pada kabel sinyal.
c. Grounding Fungsional (Functional Ground)
Diperlukan untuk memastikan perangkat elektronik berfungsi dengan baik, seperti memberikan jalur referensi tegangan untuk pengukuran.
3. Prinsip Dasar Grounding yang Benar
- Sistem Grounding Tunggal:
Semua perangkat dalam satu area harus menggunakan satu titik grounding yang sama untuk menghindari loop ground. - Resistansi Tanah yang Rendah:
Resistansi tanah harus di bawah 5 ohm (idealnya di bawah 1 ohm) untuk memastikan arus dapat mengalir ke tanah dengan mudah. - Penggunaan Kabel Ground yang Sesuai:
-
- Gunakan kabel tembaga dengan ukuran yang cukup untuk menangani lonjakan arus.
- Pastikan kabel ground memiliki rute terpendek ke tanah.
- Isolasi Antara Ground Signal dan Ground Protektif:
Pisahkan jalur grounding untuk sinyal dari grounding protektif untuk menghindari noise listrik yang dapat memengaruhi pengukuran.
4. Praktik Grounding yang Baik untuk Instrumentasi
- Perangkat Elektronik: Pastikan casing perangkat terhubung ke grounding protektif.
- Sensor dan Transmitter: Gunakan kabel shielded (berpelindung) dan hubungkan hanya satu sisi shield ke ground.
- Panel Kontrol: Semua panel kontrol harus memiliki bus bar grounding yang terhubung ke grounding utama.
- Area Berbahaya (Ex): Gunakan grounding khusus untuk perangkat explosion-proof (Ex) yang sesuai dengan standar ATEX atau IECEx.
5. Solusi untuk Masalah Grounding Umum
- Masalah: Noise pada sinyal analog.
Solusi: Pisahkan grounding sinyal dan protektif, gunakan kabel twisted pair dengan shielding. - Masalah: Perbedaan potensial antar grounding.
Solusi: Gunakan bonding (penghubung) untuk menyamakan potensial antar titik grounding. - Masalah: Lonjakan akibat petir.
Solusi: Pasang surge arrester di jalur kabel dan grounding yang terhubung langsung ke tanah.
6. Kesimpulan
Implementasi grounding yang tepat sangat penting untuk menjaga keandalan dan masa pakai perangkat instrumentasi. Menggunakan praktik grounding terbaik tidak hanya melindungi perangkat dari kerusakan tetapi juga memastikan bahwa pengukuran dan kontrol berjalan dengan akurat dan stabil. Jika ada kendala atau kebutuhan khusus, seperti di lingkungan Ex, konsultasikan dengan ahli instrumentasi atau ikuti standar seperti IEC 60364 dan NFPA 70.