Bahasa Pemrograman PLC: Ladder Diagram (LD), Function Block Diagram (FBD), dan Structured Text (ST)

Pendahuluan
PLC (Programmable Logic Controller) adalah komputer industri yang digunakan untuk mengontrol mesin dan proses otomatisasi. Untuk memprogram PLC, terdapat beberapa bahasa pemrograman yang umum digunakan, di antaranya Ladder Diagram (LD), Function Block Diagram (FBD), dan Structured Text (ST). Artikel ini akan membahas masing-masing bahasa pemrograman tersebut secara sederhana agar mudah dipahami oleh pemula.
-
Ladder Diagram (LD)
Apa Itu Ladder Diagram?
Ladder Diagram (LD) adalah bahasa pemrograman berbasis grafis yang menyerupai diagram rangkaian listrik. Bahasa ini paling populer karena mudah dipahami oleh teknisi yang terbiasa dengan skema kelistrikan.
Struktur Ladder Diagram
Ladder Diagram terdiri dari dua garis vertikal (rail) yang mewakili sumber listrik dan beberapa garis horizontal (rung) yang merepresentasikan logika kontrol.
Contoh Logika Sederhana
Sebagai contoh, jika kita ingin menghidupkan lampu dengan tombol:
- Normally Open (NO) Contact: Tombol tekan
- Output Coil: Lampu
Logikanya:
- Jika tombol ditekan, lampu menyala.
- Jika tombol dilepas, lampu mati.
Keunggulan Ladder Diagram
✅ Mudah dipahami oleh teknisi listrik. ✅ Visualisasi logika yang jelas. ✅ Banyak digunakan dalam industri.
-
Function Block Diagram (FBD)
Apa Itu Function Block Diagram?
Function Block Diagram (FBD) adalah bahasa pemrograman berbasis blok yang digunakan untuk membangun logika kontrol menggunakan fungsi-fungsi siap pakai.
Struktur Function Block Diagram
Dalam FBD, program dibangun menggunakan blok fungsi yang saling terhubung. Setiap blok memiliki input dan output, mirip seperti rangkaian elektronika.
Contoh Penggunaan
Misalkan kita ingin mengaktifkan motor hanya jika sensor mendeteksi keberadaan objek.
- Input: Sensor
- Logic AND Block: Memeriksa kondisi sensor
- Output: Motor
Jika sensor mendeteksi objek, blok AND akan mengaktifkan motor.
Keunggulan Function Block Diagram
✅ Mudah dipahami karena berbasis blok. ✅ Cocok untuk logika kompleks dengan banyak kondisi. ✅ Banyak digunakan dalam sistem kontrol otomatis.
-
Structured Text (ST)
Apa Itu Structured Text?
Structured Text (ST) adalah bahasa pemrograman PLC yang berbasis teks dan mirip dengan bahasa pemrograman seperti Pascal atau C.
Struktur Structured Text
ST menggunakan sintaks seperti pemrograman konvensional dengan perintah seperti IF-THEN-ELSE, FOR, dan WHILE.
Contoh Program Sederhana
Jika kita ingin menghidupkan motor saat suhu lebih dari 50 derajat:
IF Temperature > 50 THEN
Motor := TRUE;
ELSE
Motor := FALSE;
END_IF;
Keunggulan Structured Text
✅ Fleksibel untuk program yang kompleks. ✅ Mirip dengan bahasa pemrograman konvensional. ✅ Efisien untuk operasi matematika dan logika tingkat lanjut.
Kesimpulan
Setiap bahasa pemrograman PLC memiliki keunggulan masing-masing:
- Ladder Diagram (LD): Cocok untuk teknisi yang familiar dengan rangkaian listrik.
- Function Block Diagram (FBD): Mudah digunakan untuk logika berbasis blok.
- Structured Text (ST): Ideal untuk pemrograman yang kompleks dan perhitungan logis.
Pemilihan bahasa pemrograman bergantung pada kebutuhan sistem dan tingkat pemahaman pengguna. Jika Anda seorang pemula, Ladder Diagram bisa menjadi pilihan terbaik untuk memulai belajar PLC.
Semoga artikel ini membantu! Jika Anda ingin belajar lebih lanjut tentang PLC dan otomatisasi industri, kunjungi training plc bisaioti.com untuk mendapatkan tutorial dan kursus / training lengkap tentang PLC, IoT, dan SCADA.
Menerapkan Ladder Diagram dengan Gerbang Logika dan Timer/Counter
Meskipun Ladder Diagram terlihat sederhana pada contoh dasar seperti menyalakan lampu dengan tombol, penerapan sesungguhnya di industri biasanya melibatkan kombinasi gerbang logika AND, OR, NOT, ditambah instruksi timer dan counter untuk mengatur urutan proses secara otomatis. Memahami elemen-elemen dasar ini akan mempermudah dalam membaca dan menulis program Ladder Diagram yang lebih kompleks. Penjelasan lengkap mengenai gerbang logika, timer, dan counter pada PLC dapat dipelajari pada artikel Logika Dasar dalam Pemrograman PLC: Gerbang Logika, Timer & Counter.
Instruksi Edge Detection dalam Ketiga Bahasa Pemrograman
Selain logika dasar AND/OR, ketiga bahasa pemrograman PLC ini juga mendukung instruksi deteksi perubahan sinyal atau edge detection, yang berguna untuk mengeksekusi suatu aksi hanya sekali saat terjadi perubahan status dari OFF ke ON maupun sebaliknya. Instruksi ini tersedia dalam bentuk berbeda tergantung bahasa yang digunakan, baik pada Ladder Diagram, FBD, maupun Structured Text. Perbandingan lengkap instruksi rising edge dan falling edge di berbagai brand PLC dapat dilihat pada artikel Instruksi Rising Edge dan Falling Edge pada Berbagai Brand PLC.
Contoh Penerapan pada PLC Mitsubishi FX3U
PLC Mitsubishi seri FX3U, termasuk varian ekonomisnya FX3U KW, mendukung ketiga bahasa pemrograman ini melalui software GX Developer atau GX Works, meskipun Ladder Diagram tetap menjadi bahasa paling umum digunakan oleh teknisi di lapangan. Bagi pemula yang ingin belajar PLC dengan budget terbatas, mengenal PLC FX3U versi ekonomis bisa menjadi titik awal yang tepat. Selengkapnya pada artikel Mengenal PLC FX3U versi Murah Meriah.
Bahasa Pemrograman IEC 61131-3 pada SoftPLC
Ketiga bahasa pemrograman yang dibahas dalam artikel ini, yaitu Ladder Diagram, FBD, dan Structured Text, sebenarnya merupakan bagian dari standar internasional IEC 61131-3 yang juga diadopsi oleh platform SoftPLC modern seperti CODESYS. Artinya, keterampilan pemrograman yang dipelajari di sini bersifat universal dan dapat diterapkan baik pada PLC hardware konvensional maupun SoftPLC berbasis komputer. Daftar brand PLC yang kompatibel dengan CODESYS dapat dilihat pada artikel Brand PLC yang Kompatible dan Berbasis SoftPLC CODESYS.
Tips Memilih Bahasa Pemrograman yang Tepat untuk Proyek Anda
Selain mempertimbangkan latar belakang pengalaman programmer, pemilihan bahasa pemrograman PLC juga sebaiknya disesuaikan dengan kompleksitas proyek dan standar yang berlaku di perusahaan tempat Anda bekerja. Untuk sistem sederhana dengan logika ON/OFF, Ladder Diagram sudah lebih dari cukup, sedangkan untuk perhitungan matematis kompleks seperti scaling sensor atau algoritma PID, Structured Text akan jauh lebih efisien dan mudah dipelihara dalam jangka panjang.



