Instruksi Rising Edge dan Falling Edge pada Berbagai Brand PLC

Instruksi Rising Edge dan Falling Edge pada Berbagai Brand PLC
🧠 Apa Itu Edge Detection di PLC?
Dalam dunia otomasi industri, edge detection adalah teknik untuk mendeteksi perubahan sinyal digital — khususnya transisi dari OFF ke ON (rising edge) atau dari ON ke OFF (falling edge). Instruksi ini sangat penting ketika kita ingin mengeksekusi suatu aksi hanya sekali saat perubahan sinyal, bukan selama sinyal aktif terus-menerus.
Misalnya, kita hanya ingin melakukan suatu tindakan saat tombol ditekan (tekan pertama saja), bukan selama tombol ditahan. Untuk itu digunakan instruksi rising edge (deteksi tepi naik) atau falling edge (deteksi tepi turun), tergantung kondisi yang ingin dideteksi.
Setiap vendor PLC memiliki cara dan nama yang berbeda untuk menangani instruksi edge detection ini. Berikut adalah perbandingan instruksi edge detection di beberapa brand populer.
🔹 1. Omron
| Nama Instruksi | Fungsi |
| @ atau DIFFUP | Rising edge (tepi naik) |
| DIFFDN | Falling edge (tepi turun) |
- DIFFUP (@) aktif satu siklus scan saat input berubah dari 0 ke 1.
- DIFFDN aktif satu scan saat input berubah dari 1 ke 0.
- Digunakan dalam Ladder Diagram (LD).
🔹 2. Mitsubishi (GX Developer / GX Works)
| Nama Instruksi | Fungsi |
| PLS atau ↑ ([P]) | Positive edge – perubahan dari OFF ke ON |
| PLF atau ↓ ([F]) | Negative edge – perubahan dari ON ke OFF |
- Dalam Ladder, simbol [P] digunakan untuk pulse (naik), [F] untuk pulse (turun).
- Hanya aktif selama 1 siklus scan saat perubahan sinyal terdeteksi.
🔹 3. Allen-Bradley (RSLogix / Studio 5000)
| Nama Instruksi | Fungsi |
| ONS | One Shot Rising – rising edge |
| (manual) | Falling edge dibuat secara manual |
- ONS (One Shot) mengeksekusi aksi hanya satu kali saat input berubah dari 0 ke 1.
- Untuk falling edge, Allen-Bradley tidak menyediakan instruksi langsung, namun dapat dibuat dengan logika bantu, seperti menggunakan memory bit untuk menyimpan status sebelumnya.
🔹 4. Schneider (EcoStruxure / Unity Pro / SoMachine)
| Nama Instruksi | Fungsi |
| R_TRIG | Rising edge |
| F_TRIG | Falling edge |
- Digunakan dalam bahasa pemrograman FBD (Function Block Diagram) dan ST (Structured Text).
- Merupakan blok fungsi standar yang disediakan di pustaka.
🔹 5. Siemens (TIA Portal / Step 7)
| Nama Instruksi | Fungsi |
| R_TRIG | Rising edge |
| F_TRIG | Falling edge |
- Sama seperti Schneider, Siemens menggunakan fungsi R_TRIG dan F_TRIG.
- Dapat digunakan dalam LAD, FBD, maupun ST.
- Didefinisikan sebagai function block dengan input, output, dan memory internal.
📌 Kesimpulan Tabel Instruksi Edge Detection
| Brand PLC | Rising Edge | Falling Edge |
| Omron | @ atau DIFFUP | DIFFDN |
| Mitsubishi | PLS ([P]) | PLF ([F]) |
| Allen-Bradley | ONS | (Manual logic only) |
| Schneider | R_TRIG | F_TRIG |
| Siemens | R_TRIG | F_TRIG |
✅ Catatan Tambahan
- Edge detection tidak hanya untuk tombol, tapi juga cocok untuk mendeteksi perubahan status sensor, bit flag, counter reset, dll.
- Pada beberapa PLC, rising/falling edge juga bisa dibuat secara manual menggunakan register penampung status input sebelumnya.
Baca juga:
— Training PLC Lengkap – Pelatihan Online & Offline Bersertifikat
Hubungan Edge Detection dengan Gerbang Logika Dasar PLC
Instruksi rising edge dan falling edge sebenarnya merupakan bagian dari fondasi logika dasar dalam pemrograman PLC, sejajar dengan gerbang logika, timer, dan counter yang sering digunakan dalam ladder diagram. Memahami cara kerja gerbang logika terlebih dahulu akan mempermudah pemahaman mengapa instruksi edge detection dibutuhkan, terutama untuk mengeksekusi aksi hanya satu kali saat terjadi perubahan status sinyal. Pembahasan lengkap mengenai gerbang logika, timer, dan counter pada PLC dapat dipelajari pada artikel Logika Dasar dalam Pemrograman PLC: Gerbang Logika, Timer & Counter.
Implementasi Edge Detection pada PLC Mitsubishi FX3U
Selain versi standar, keluarga PLC Mitsubishi FX3U dan variannya seperti FX3U KW juga mendukung instruksi PLS dan PLF untuk mendeteksi rising dan falling edge, dengan sedikit perbedaan pada konfigurasi memori maupun keterbatasan jumlah instruksi tergantung tipe CPU yang digunakan. Mengetahui kelebihan dan kekurangan varian FX3U KW akan membantu menentukan apakah instruksi edge detection dapat diimplementasikan tanpa kendala pada proyek otomasi Anda. Selengkapnya pada artikel Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan FX3U KW untuk Otomasi Industri.
Edge Detection dalam Konteks Komunikasi Data PLC Omron
Instruksi DIFFUP dan DIFFDN pada PLC Omron tidak hanya berguna untuk logika internal, tetapi juga sering dipakai untuk memicu proses pengiriman atau pembacaan data melalui komunikasi Modbus RTU, misalnya untuk mendeteksi perubahan status sebelum mengirim permintaan baru ke slave device. Studi kasus komunikasi Modbus RTU pada PLC Omron CP1H dapat dipelajari pada artikel Komunikasi Modbus RTU antara PLC Omron CP1H (CIF11) dengan Software Modbus Slave, yang menunjukkan penerapan logika PLC pada komunikasi data nyata.
Fungsi R_TRIG dan F_TRIG pada PLC Siemens
Pada PLC Siemens yang diprogram melalui TIA Portal, instruksi R_TRIG dan F_TRIG tersedia sebagai function block standar yang dapat langsung dipanggil dalam bahasa LAD, FBD, maupun ST. Selain digunakan untuk logika edge detection, TIA Portal juga menyediakan berbagai fitur jaringan seperti pengaturan IP Address yang penting untuk komunikasi antar perangkat dalam sistem otomasi berbasis Siemens. Panduan konfigurasi IP Address pada PLC Siemens dapat dilihat pada artikel Cara Mengetahui IP Address di PLC Siemens Menggunakan TIA Portal.
Edge Detection pada SoftPLC Berbasis CODESYS
Selain PLC hardware konvensional, konsep instruksi rising edge dan falling edge juga tetap berlaku pada SoftPLC yang menggunakan platform pemrograman CODESYS, di mana function block R_TRIG dan F_TRIG sudah tersedia secara standar mengikuti standar IEC 61131-3. Hal ini menjadikan pemahaman edge detection bersifat universal dan dapat diterapkan lintas platform, baik PLC hardware dari berbagai brand maupun SoftPLC modern. Daftar brand PLC yang kompatibel dengan CODESYS dapat dilihat pada artikel Brand PLC yang Kompatible dan Berbasis SoftPLC CODESYS.




