Setting dan Konfigurasi VLAN Dua Switch dan Trunking

Tutorial ini membahas konfigurasi VLAN trunking pada dua switch Cisco menggunakan Cisco Packet Tracer: membuat VLAN, memasukkan port ke VLAN (access port), menghubungkan kedua switch dengan trunk IEEE 802.1Q, lalu memverifikasi dan mengatasi masalah yang sering muncul. Materi ini disusun sebagai jobsheet praktikum sehingga bisa langsung diikuti langkah demi langkah.
Tujuan
Setelah melakukan praktikum ini, mahasiswa diharapkan dapat:
- Memahami konsep dasar VLAN (Virtual Local Area Network).
- Mampu mengkonfigurasi VLAN pada dua switch menggunakan Cisco Packet Tracer.
- Mampu mengkonfigurasi port trunk untuk menghubungkan dua switch.
- Memverifikasi komunikasi antar perangkat dalam VLAN yang sama di jaringan berbeda switch.
Dasar Teori
VLAN (Virtual Local Area Network)
VLAN merupakan teknologi yang digunakan untuk memisahkan jaringan dalam satu switch atau antar switch berdasarkan fungsi, departemen, atau keamanan jaringan. VLAN memungkinkan segmentasi jaringan secara logis tanpa harus dipisahkan secara fisik.
Keuntungan penggunaan VLAN antara lain:
- Meningkatkan keamanan jaringan.
- Mengurangi broadcast domain.
- Mempermudah manajemen jaringan.
Trunking
Trunk adalah jalur komunikasi yang menghubungkan beberapa VLAN antar switch. Protokol trunking yang umum digunakan pada perangkat Cisco adalah IEEE 802.1Q.
Port trunk memungkinkan lalu lintas beberapa VLAN melewati satu link fisik antar switch.
Konsep VLAN dan Trunk
Misalnya terdapat tiga VLAN:
- VLAN 2 → IT Department
- VLAN 3 → Finance Department
- VLAN 4 → Human Resources
Ketiga VLAN ini dikonfigurasi pada dua switch, dan kedua switch dihubungkan dengan port trunk agar perangkat dari VLAN yang sama dapat berkomunikasi meskipun berada di switch yang berbeda.
Alat dan Bahan
- Software Cisco Packet Tracer
- 2 Switch (misal: 2960)
- 6 PC/laptop (masing-masing dua per VLAN)
- Kabel UTP (Straight dan Cross sesuai kebutuhan)
Topologi Jaringan

Langkah Kerja
Langkah 1: Pembuatan Topologi di Cisco Packet Tracer
- Buka Cisco Packet Tracer.
- Tambahkan dua switch (SwitchA dan SwitchB).
- Tambahkan enam PC dan hubungkan ke port switch menggunakan kabel straight.
- Hubungkan SwitchA dan SwitchB menggunakan satu kabel antar port GigabitEthernet (misal Gi0/1).
Langkah 2: Konfigurasi VLAN pada SwitchA
Masuk ke CLI SwitchA dan ketikkan perintah berikut:
SwitchA> enable SwitchA# configure terminal SwitchA(config)# vlan 2 SwitchA(config-vlan)# name IT SwitchA(config-vlan)# exit SwitchA(config)# vlan 3 SwitchA(config-vlan)# name Finance SwitchA(config-vlan)# exit SwitchA(config)# vlan 4 SwitchA(config-vlan)# name HR SwitchA(config-vlan)# exit
Langkah 3: Assign Port ke VLAN di SwitchA
SwitchA(config)# interface fa0/1 SwitchA(config-if)# switchport mode access SwitchA(config-if)# switchport access vlan 2 SwitchA(config-if)# exit SwitchA(config)# interface fa0/2 SwitchA(config-if)# switchport mode access SwitchA(config-if)# switchport access vlan 3 SwitchA(config-if)# exit SwitchA(config)# interface fa0/3 SwitchA(config-if)# switchport mode access SwitchA(config-if)# switchport access vlan 4 SwitchA(config-if)# exit
Langkah 4: Konfigurasi VLAN pada SwitchB
SwitchB> enable SwitchB# configure terminal SwitchB(config)# vlan 2 SwitchB(config-vlan)# name IT SwitchB(config-vlan)# exit SwitchB(config)# vlan 3 SwitchB(config-vlan)# name Finance SwitchB(config-vlan)# exit SwitchB(config)# vlan 4 SwitchB(config-vlan)# name HR SwitchB(config-vlan)# exit
Langkah 5: Assign Port ke VLAN di SwitchB
SwitchB(config)# interface fa0/1 SwitchB(config-if)# switchport mode access SwitchB(config-if)# switchport access vlan 2 SwitchB(config-if)# exit SwitchB(config)# interface fa0/2 SwitchB(config-if)# switchport mode access SwitchB(config-if)# switchport access vlan 3 SwitchB(config-if)# exit SwitchB(config)# interface fa0/3 SwitchB(config-if)# switchport mode access SwitchB(config-if)# switchport access vlan 4 SwitchB(config-if)# exit
Langkah 6: Konfigurasi Trunk antar Switch
SwitchA(config)# interface gig0/1 SwitchA(config-if)# switchport mode trunk SwitchA(config-if)# switchport trunk allowed vlan 2,3,4 SwitchA(config-if)# exit SwitchB(config)# interface gig0/1 SwitchB(config-if)# switchport mode trunk SwitchB(config-if)# switchport trunk allowed vlan 2,3,4 SwitchB(config-if)# exit
Langkah 7: Verifikasi Konfigurasi VLAN dan Trunk
Sebelum melakukan uji ping, pastikan konfigurasi sudah benar dengan perintah berikut di kedua switch:
SwitchA# show vlan brief SwitchA# show interfaces trunk SwitchA# show interfaces gig0/1 switchport
show vlan briefharus menampilkan VLAN 2 (IT), VLAN 3 (Finance), dan VLAN 4 (HR) dengan port Fa0/1, Fa0/2, dan Fa0/3 di VLAN masing-masing. Port Gi0/1 tidak muncul di daftar ini karena sudah menjadi trunk.show interfaces trunkharus menampilkan Gi0/1 dengan mode on, encapsulation 802.1q, status trunking, dan VLAN yang diizinkan 2–4.show interfaces gig0/1 switchportmenampilkan detail mode trunk dan native VLAN yang dipakai.
Setelah konfigurasi benar, simpan dengan copy running-config startup-config agar tidak hilang saat switch dinyalakan ulang.
Pengujian
- Beri IP Address pada setiap PC sesuai dengan VLAN-nya:
| VLAN | Departemen | IP Address | Subnet Mask |
| 2 | IT | 192.168.2.10 | 255.255.255.0 |
| 2 | IT | 192.168.2.11 | 255.255.255.0 |
| 3 | Finance | 192.168.3.10 | 255.255.255.0 |
| 3 | Finance | 192.168.3.11 | 255.255.255.0 |
| 4 | HR | 192.168.4.10 | 255.255.255.0 |
| 4 | HR | 192.168.4.11 | 255.255.255.0 |
- Lakukan ping test antar PC dalam VLAN yang sama di switch berbeda:
- PC IT1 → PC IT2 ✅ harus bisa
- PC IT1 → PC Finance1 ❌ tidak bisa
- PC Finance1 → PC Finance2 ✅ harus bisa
- Jika hasil sesuai, konfigurasi VLAN dan trunk berhasil.
Troubleshooting VLAN dan Trunking
| Gejala | Kemungkinan Penyebab | Solusi |
| PC di VLAN yang sama tetapi beda switch tidak bisa saling ping | VLAN belum dibuat di salah satu switch, atau VLAN tidak ada di daftar allowed pada trunk | Cek show vlan brief di kedua switch dan show interfaces trunk; buat VLAN yang kurang atau tambahkan dengan switchport trunk allowed vlan add 2 |
Port Gi0/1 tidak muncul di show interfaces trunk | Port masih mode access/dynamic, atau kabel antar-switch terpasang di port lain | Pastikan switchport mode trunk diterapkan di port yang benar pada kedua switch |
Muncul pesan %CDP-4-NATIVE_VLAN_MISMATCH | Native VLAN di kedua ujung trunk berbeda | Samakan native VLAN, misalnya switchport trunk native vlan 99 di kedua switch |
| PC beda VLAN justru bisa saling ping | Port PC masuk VLAN yang salah | Cek kembali show vlan brief dan perintah switchport access vlan tiap port |
| Semua ping gagal | IP address/subnet mask PC salah atau port dalam kondisi shutdown | Periksa IP di tiap PC sesuai tabel, lalu cek status port dengan show ip interface brief |
Praktik Terbaik Konfigurasi VLAN di Jaringan Nyata
- Gunakan VLAN khusus (misalnya VLAN 99) sebagai native VLAN, bukan VLAN 1, untuk mengurangi risiko serangan VLAN hopping.
- Batasi VLAN yang boleh melewati trunk dengan
switchport trunk allowed vlan, jangan biarkan semua VLAN lewat. - Matikan negosiasi DTP pada port trunk dengan
switchport nonegotiate, dan set port ke PC secara eksplisit sebagai access. - Beri nama VLAN yang deskriptif dan dokumentasikan pembagian port serta subnet setiap VLAN.
Langkah Berikutnya: Komunikasi Antar-VLAN
Pada praktikum ini PC di VLAN berbeda memang tidak bisa berkomunikasi, karena setiap VLAN adalah jaringan terpisah. Agar VLAN IT, Finance, dan HR bisa saling terhubung, dibutuhkan router atau switch layer 3. Lanjutkan ke tutorial Membangun Inter-VLAN Routing untuk Jaringan IoT. Untuk teori dasarnya, baca Apa itu VLAN dan Fungsinya dalam Jaringan dan Perbedaan Switch Layer-2 vs Layer-3. Jika topologi Anda memakai banyak switch, pelajari juga implementasi VLAN, VTP, dan STP pada topologi multi-switch.
Pertanyaan dan Tugas
- Apa fungsi VLAN dalam jaringan lokal?
- Mengapa dibutuhkan port trunk antar switch?
- Jelaskan perbedaan antara access port dan trunk port.
- Apa yang akan terjadi jika VLAN tidak dikonfigurasi di salah satu switch?
- Buat laporan hasil uji ping dan sertakan screenshot hasil Packet Tracer.
Kesimpulan
Dari praktikum ini dapat disimpulkan bahwa VLAN memisahkan jaringan secara logis dalam satu atau lebih switch, sedangkan trunking memungkinkan komunikasi antar VLAN yang sama melewati beberapa switch. Dengan konfigurasi yang benar, efisiensi dan keamanan jaringan dapat ditingkatkan.
Baca juga: Framework Belajar Jaringan Komputer untuk Pemula hingga Mahir untuk memahami roadmap lengkap belajar jaringan komputer dari dasar hingga mahir.




