Cara Install Node-RED di Raspberry Pi / Windows / Docker

Sebelum bisa membangun dashboard monitoring atau SCADA sederhana, langkah pertama tentu saja menginstall Node-RED. Kabar baiknya, Node-RED bisa dijalankan di banyak platform — mulai dari Raspberry Pi yang murah, PC Windows kantor, hingga server menggunakan Docker. Artikel ini membahas ketiga metode instalasi tersebut secara lengkap.

Layar terminal dengan teks hijau menyerupai proses instalasi command line Node-RED
Instalasi Node-RED umumnya dilakukan lewat beberapa baris perintah terminal.

Instalasi di Raspberry Pi

Papan Raspberry Pi single-board computer yang digunakan sebagai host instalasi Node-RED
Raspberry Pi adalah platform paling populer untuk deployment Node-RED di lapangan.

Raspberry Pi adalah platform paling populer untuk menjalankan Node-RED di lingkungan industri karena murah, hemat daya, dan cukup kuat untuk kebutuhan monitoring skala kecil-menengah. Mulai dari Raspberry Pi OS versi terbaru, Node-RED bahkan sudah tersedia sebagai opsi instalasi bawaan.

Langkah instalasi manual via terminal:

bash <(curl -sL https://raw.githubusercontent.com/node-red/linux-installers/master/deb/update-nodejs-and-nodered)

Setelah instalasi selesai, jalankan Node-RED dengan perintah:

node-red

Akses editor Node-RED melalui browser di alamat http://[alamat-ip-raspberry-pi]:1880. Agar Node-RED otomatis berjalan setiap kali Raspberry Pi restart (penting untuk aplikasi industri yang harus selalu aktif), aktifkan sebagai service:

sudo systemctl enable nodered.service

Instalasi di Windows

Untuk keperluan development, testing, atau instalasi di PC kantor/panel operator, Windows juga didukung penuh. Prasyaratnya adalah Node.js versi LTS yang bisa diunduh dari situs resminya.

Setelah Node.js terinstall, buka Command Prompt sebagai Administrator dan jalankan:

npm install -g --unsafe-perm node-red

Jalankan Node-RED dengan mengetik:

node-red

Browser akan menampilkan alamat akses, biasanya http://localhost:1880. Perlu diperhatikan bahwa instalasi di Windows lebih cocok untuk keperluan development atau workstation yang tidak harus menyala 24/7, dibanding untuk server produksi jangka panjang.

Tumpukan kontainer kapal biru sebagai ilustrasi visual konsep container Docker
Docker mengemas Node-RED dalam container yang konsisten dan mudah dipindahkan.

Instalasi via Docker

Docker adalah pilihan terbaik jika Anda menginginkan environment yang konsisten, mudah dipindahkan antar server, dan mudah di-backup/restore. Cocok untuk instalasi di server industri atau ketika mengelola beberapa instance Node-RED sekaligus.

Jalankan Node-RED sebagai container dengan satu baris perintah:

docker run -d -p 1880:1880 -v node_red_data:/data --name mynodered nodered/node-red

Perintah di atas akan menjalankan Node-RED di background (-d), memetakan port 1880, dan menyimpan data flow di volume node_red_data supaya konfigurasi tidak hilang saat container di-restart atau diperbarui.

Untuk melihat status container:

docker ps

Memilih Metode Instalasi yang Tepat

  • Raspberry Pi — pilihan terbaik untuk deployment lapangan/produksi berbiaya rendah, terutama proyek pilot atau fasilitas kecil-menengah.
  • Windows — cocok untuk development, testing, atau workstation operator yang sudah punya PC Windows.
  • Docker — ideal untuk server produksi yang butuh reliability, kemudahan backup, dan pengelolaan multiple instance.

Konfigurasi Awal Setelah Instalasi

Setelah Node-RED berhasil diinstall dan diakses, ada beberapa langkah konfigurasi awal yang disarankan:

  • Amankan editor dengan login — tambahkan autentikasi username/password di file settings.js supaya editor tidak bisa diakses sembarang orang, terutama jika Node-RED terhubung ke jaringan produksi.
  • Install node tambahan yang dibutuhkan — misalnya node-red-dashboard untuk visualisasi, atau node-red-contrib-modbus untuk komunikasi Modbus, melalui menu Manage Palette di editor.
  • Backup folder .node-red secara berkala — folder ini menyimpan semua flow dan konfigurasi Anda.

Dengan Node-RED terinstall dan siap digunakan, langkah berikutnya dalam seri ini adalah menghubungkannya ke perangkat industri via Modbus RTU — dibahas lengkap di artikel selanjutnya.

Menjalankan Node-RED sebagai Service Otomatis (systemd)

Selain menjalankan Node-RED secara manual lewat terminal, sebaiknya Node-RED dikonfigurasi agar otomatis berjalan setiap kali Raspberry Pi atau server Linux dinyalakan ulang. Oleh karena itu, gunakan systemd agar Node-RED tetap aktif meski terjadi restart mendadak akibat listrik padam, yang cukup umum terjadi di lingkungan pabrik.

Pada Raspberry Pi OS, paket instalasi resmi biasanya sudah menyertakan service nodered.service. Aktifkan dengan perintah berikut:

sudo systemctl enable nodered.service
sudo systemctl start nodered.service
sudo systemctl status nodered.service

Dengan demikian, jika Raspberry Pi mati mendadak dan menyala kembali, Node-RED akan otomatis aktif tanpa perlu login dan menjalankan perintah secara manual. Selanjutnya, cek log service dengan journalctl -u nodered -f apabila Node-RED gagal start, agar penyebabnya bisa segera diketahui.

Tips Keamanan Dasar Node-RED di Jaringan Industri

Karena Node-RED sering terhubung langsung ke perangkat produksi seperti PLC dan sensor, keamanan editor dan flow menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Berikut beberapa langkah dasar yang sebaiknya diterapkan sejak awal instalasi:

  • Aktifkan HTTPS — gunakan sertifikat SSL (self-signed untuk jaringan internal, atau Let’s Encrypt jika diakses dari internet) agar traffic ke editor tidak dikirim dalam bentuk plain text.
  • Batasi akses jaringan — misalnya melalui firewall atau VLAN terpisah, sehingga port editor Node-RED (default 1880) tidak bisa diakses sembarangan dari luar jaringan pabrik.
  • Update Node-RED dan Node.js secara berkala — versi lama berpotensi memiliki celah keamanan yang sudah diperbaiki di rilis terbaru.
  • Nonaktifkan node yang tidak digunakan — semakin sedikit node pihak ketiga yang terinstall, semakin kecil permukaan serangan (attack surface) yang perlu diamankan.

Dengan kombinasi autentikasi editor, HTTPS, dan pembatasan akses jaringan, Node-RED dapat digunakan dengan lebih aman sebagai jembatan antara perangkat OT dan sistem monitoring/IT di level pabrik.

Cara Update dan Uninstall Node-RED

Selain instalasi awal, penting juga mengetahui cara memperbarui Node-RED ke versi terbaru serta cara menghapusnya jika suatu saat diperlukan. Sebagai contoh, di Raspberry Pi/Linux, update dilakukan dengan menjalankan ulang script instalasi resmi:

bash <(curl -sL https://raw.githubusercontent.com/node-red/linux-installers/master/deb/update-nodejs-and-nodered)

Skrip ini akan memperbarui Node.js dan Node-RED sekaligus tanpa menghapus flow yang sudah tersimpan di folder .node-red. Namun demikian, tetap disarankan membuat backup terlebih dahulu sebelum melakukan update besar, terutama jika versi Node.js yang digunakan berubah signifikan.

Apabila Node-RED perlu dihapus sepenuhnya, misalnya karena server dipindah ke Docker, jalankan perintah uninstall resmi atau cukup hapus folder instalasi npm global-nya beserta folder .node-red. Untuk instalasi via Docker, cukup hentikan dan hapus container serta volume terkait menggunakan docker compose down -v.

📌 Call to Action

  • Siap mulai membangun dashboard monitoring industri Anda sendiri? Dapatkan modul konverter Modbus RTU sebagai titik awal proyek Anda → tokopedia.com/bisaioti
  • Ingin dipandu dari instalasi hingga dashboard benar-benar berjalan? Ikuti kelas “Node-RED untuk Monitoring Industri” → bisaioti.com/lab