Perancangan Odd Parity Generator dan Checker Menggunakan Proteus

1️ Tujuan Praktikum

Setelah menyelesaikan praktikum ini, mahasiswa mampu:

    1. Memahami konsep parity bit (even dan odd)
    2. Merancang rangkaian parity generator
    3. Merancang rangkaian parity checker
    4. Mengimplementasikan rangkaian menggunakan Proteus
    5. Menganalisis hasil simulasi
    6. Menggunakan gerbang logika XOR dan NAND

2️ Dasar Teori

2.1 Parity Bit

Parity bit adalah bit tambahan untuk mendeteksi kesalahan transmisi data.

Jenis parity:

        • Even Parity → total bit 1 harus genap
        • Odd Parity → total bit 1 harus ganjil

2.2 Gerbang XOR

Sifat penting XOR:

A⊕B=1 jika jumlah input 1 ganjil

Karena sifat ini, XOR sangat cocok untuk sistem parity.

3️ Praktikum 1

Odd Parity Generator (2-bit)

3.1 Spesifikasi

Input:

              • A
              • B

Output:

              • P (Parity bit)

Syarat:
Jumlah total 1 (A, B, P) harus GANJIL.

3.2 Persamaan Logika

P=A⊕B

3.3 Komponen di Proteus

          • 1 IC XOR (74LS86)
          • 2 Logic Toggle (Input A dan B)
          • 1 LED (Output P)
          • 1 Resistor 330Ω
          • Ground

3.4 Langkah Simulasi

        1. Buka Proteus
        2. Tambahkan komponen 74LS86
        3. Hubungkan:
          • A → XOR input 1
          • B → XOR input 2
        4. Output XOR → LED
        5. Jalankan simulasi
        6. Uji semua kombinasi input

3.5 Tabel Pengamatan

A

B

P

Total 1

Valid?

0

0

0

0

0

1

1

2

1

0

1

2

1

1

0

2

Catatan:
Total ganjil terjadi jika ditambahkan P sesuai logika sistem transmisi.

4️ Praktikum 2

Odd Parity Checker (4-bit + Parity)

4.1 Spesifikasi

Input:

          • A
          • B
          • C
          • D
          • P

Output:

          • VALID (1 jika parity benar)

4.2 Persamaan Logika

VALID=A⊕B⊕C⊕D⊕P

Jika hasil = 1 → parity benar
Jika hasil = 0 → terjadi error

4.3 Komponen di Proteus

        • 2 IC 74LS86 (XOR)
        • 5 Logic Toggle
        • 1 LED (VALID)
        • 1 LED (ERROR)
        • Resistor 330Ω

4.4 Rangkaian Bertingkat

A ⊕ B → X1

X1 ⊕ C → X2

X2 ⊕ D → X3

X3 ⊕ P → VALID

4.5 Pengujian

        1. Masukkan kombinasi data benar
        2. Ubah satu bit
        3. Amati perubahan LED VALID

5️ Praktikum 3

Implementasi XOR Menggunakan NAND Saja

5.1 Teori

A⊕B=(AB)+(AB)

Semua gerbang dapat dibuat dari NAND.

5.2 Komponen

        • IC 74LS00 (NAND)
        • Logic toggle
        • LED

5.3 Tantangan

Rancang parity generator 2-bit hanya dengan NAND.

6️ Analisis Hasil

Mahasiswa harus menjawab:

  1. Mengapa XOR cocok untuk parity?
  2. Apa keterbatasan parity bit?
  3. Apa yang terjadi jika dua bit error?
  4. Mengapa parity tidak bisa memperbaiki error?

7️ Kesimpulan

  1. XOR digunakan untuk parity generator dan checker
  2. Parity mampu mendeteksi error 1-bit
  3. Proteus dapat digunakan untuk simulasi komunikasi digital
  4. Parity adalah dasar komunikasi serial industri

8️ Pengembangan Lanjutan

  • Implementasi parity pada UART Arduino
  • Simulasi parity pada Modbus RTU
  • Implementasi parity di FPGA
  • Integrasi parity ke sistem PLC

🎓 Nilai Akademik Praktikum

✔ Memahami error detection
✔ Melatih desain logika digital
✔ Menggunakan IC TTL standar
✔ Siap masuk ke komunikasi data industri

 

Related Articles